SEMINAR
OSKM
Berkemahasiswaan
Berdasarkan Kearifan Lokal
I.
Materi 1 : Cinta Indonesia
Pembicara:
Gita Wirjawan (Mentri Perdagangan 2011-2014)
Uraian
Isi:
·
Indonesia menjadi urutan ke 15 dalam hal
perekonomian.
·
Negara yang sukses harus mempunyai unsure demokrasi,
pluralisme, dan kemerdekaan. Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang
mengedepankan kearifan local.
·
Gangnam mempunyai 4 unsur, yaitu kemahiran
teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi.
·
Kita harus menjadi orang yang berbudaya dan bangga
dengan bangsa Indonesia.
·
Untuk memajukan Indonesia tantangannya tidaklah
sedikit.
·
Indonesia dalam hal meningkatkan produktifitas
kerja masih sangat kurang. Indonesia mampu memproduksi barang, tetapi tidak bias
berteknologi secara maksimal sehingga Indonesia tidak punya nilai tambah.
·
Industrialisasi dan hilirisasi tidak bias, tanpa
kemampuan teknologi.
·
Tiga pilar tujuan didirikannya organisasi ekonomi
asean adalah untuk base produksi, pasar kolektif, ekonomi yang kompettif, dan
integrasi dengan ekonomi global.
·
Indonesia butuh pemimpin yang bias menjawab
tantangan jaman. Bisa responsive terhadap permintaan rakyat. Keseimbangan antara
kepentingan produsen dan konsumen. Mengedepankan nasionalisme dalam kemajuan.
II.
Materi 2: Cinta Tanah Air
Pembicara:
Wanadri (Indra Hidayat)
Uraian
isi:
·
Kekayaan alam Indonesia meliputi pulau-pulau,
sungai, bioregional, pesisir, tapak purba, karst, gunung vulkanis, dataran,
dll. Selain kekayaan alam, Indonesia juga kaya akan budaya.
·
Kendala/ masalah yang biasanya dihadapi Indonesia
adalah bencana alam, intervensi budaya oleh luar negeri, dan masalah
perbatasan.
·
Setiap orang harus sadar dir, sadar lingkungan,
dan sadar tujuan.
·
Empat pokok WANADRI adalah:
1.
Pendidikan
2.
Penjelajahan dan pengembangan ilmu pengetahuan
3.
Bakti masyarakat
4.
Perlindungan alam.
III.
Materi 3: Integritas dan Kompetensi Alumni ITB
untuk Kemandirian dan Kesejahteran bangsa
Pembicara:
Ibu Tri Mumpuni
Uraian
isi:
·
Dua hal penting yang harus kita miliki adalah:
1.
Pengetahuan/ logika
2.
Perasaan/ empati
·
Kedua aspek tersebut harus saling berhungan dan
jangan saling terpisah.
·
Jika paradigm benar dan pro kearifan local maka
masyarakat Indonesia akan makmur.
·
Lebih dari 60 juta anak Indonesia tidak bias merasakan
pendidikan yang layak.
·
Ekonomi: keadaan setimbang dinamis antara
investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan.
·
Perumbuhan harus terikat pada nilai optimal untuk
kepentingan kesejahteraan masyarakat local dan daya dukung lingkungan setempat.
Tetapi pada faktanya Indonesia belum bias seperti itu. Padahal kita mempunyai
intelektual dan kekayaan alam yang cukup.
·
Setiap orang akan melakukan kegiatan yang
disukainya dengan sebaik-baiknya. Manusia bukanlah mesin yang hanya
memproduksi.
·
Definisi ekonomi yang manusiawi adalah keadaan kehidupan jutaan manusia yang
melakukan kegiatan yang disukainya sabaik-baiknya.
Cara untuk manusiawi adalah:
1.
Pelurusan visi pembangunan
2.
Perubahan paradigm investasi
3.
Pembatasan pertumbuhan usaha
·
Sumberdaya local dan komunitas local butuh
teknologi, keuangan, dan manajemen. Sayangnya komunitas local terlepas dari
definisi tersebut sehingga hanya diambil Sumber daya lokalnya saja.
·
Bukan materi pendidikan formal saja yang perlu
diajarkan, tetapi juga pendidikan lingkungan.
IV.
Materi 4: Riset.Indie
Pembicara:
Seterhen Akbar (saska)
Uraian
isi:
·
Pembicara pernah berpangalaman dalam beberapa
usaha, diantaranya:
1.
Project Polaroid
Menggunaka kamera Polaroid. Proses pengambilan, percetakan,
dan pemasaran. Tetapi akhirnya bangkrut.
2.
Animator unik
Atau disebut dengan project alinea.
Koncepnya yaitu pembuatan robot alien wanita.
3.
Angkot day
Tujuannya adalah untuk mengatasi kemacetan di Bandung.
Yaitu program sehari naik angkot dengan aman,
nyaman, tertib, dan gratis. Program ini akan ditestimoni pada tanggat 20
September 2013. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi penggunaan kendaraan
pribadi, dan menarik masyarakat ubtuk lebih memilih naik angkot.
·
ITb adalah miniature Indonesia
·
Awalnya mahasiawa baru akan bereuforia karena
bangga bias masuk ITB. Lama-lama mereka akan menjadi idealis, hingga akhirnya
pragmatis atau bijaksana.
·
Jadilah orang yang aktiv dimana-mana dan banyaklah
belajar.
Oleh: Millatul Khasanah_FTSL 2013_16613227