ABOUT US

TECHNOLOGY

  • Rangkuman Seminar 23 Agustus


    Narasumber : Gita Wirjawan
    Isi :
    • Indonesia memiliki taraf ekonomi no. 15 di dunia, karenanya, dibutuhkan pemimpin yang mengerti rakyat untuk terus memajukan ekonomi di Indonesia. 
    • Untuk itu, pemimpin muda perlu mengedepankan pluralisme dan mengikuti kearifan lokal, karena jika rakyat sebuah bangsa tidak mengikuti kearifan lokal lagi, bangsa itu telah kehilangan jati dirinya.
    • Namun, terdapat masalah yaitu banyaknya pendapatan perusahaan-perusahaan di Indonesia justru diambil oleh negara asing. Produk dalam negeri jauh tertinggal.
    • Untuk mencapai Visi Indonesia 2030, terdapat banyak tantangan, dan untuk menanganinya, kita perlu meningkatkan 60% produktivitas tenaga kerja per unit.
    Narasumber : Indra Hidayat, Wanadri
    Isi :
    • Indonesia memiliki banyak jenis kekayaan yang beragam 
      •  bioregion 
      •  pesisir 
      •  pulau
      • sungai
      • kawasan karst
      • daerah bersalju
      • dataran
      • gunung berapi
      • kultur budaya 
    • Masalah-masalah yang mengancam kekayaan indonesia adalah intervensi budaya, bencana, kerawanan dalam masalah perbatasan
    • Untuk menanganinya kita perlu sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan
    Narasumber : Tri Mumpuni
    Isi : 
    • Kondisi ekonomi di Indonesia sangat memprihatinkan
    • Ekonomi di Indonesia cenderung tak manusiawi
    • Dibutuhkan perusahaan  yang mampu mengolah keberagaman SDA di Indonesia dengan manusiawi
    • Maksud manusiawi adalah tidak hanya memperhatikan uang dan keuntungan tapi juga keadaan rakyat
    Narasumber : Saska
    Isi :
    • Riset Indie adalah badan riset yang melakukan riset-riset independen
    • Biaya riset indie ditanggung sendiri oleh anggota
    • Salah satu hasil karya riset indie adalah animatronics
    • Animatronics banyak digunakan dalam special effect film-film seperti Jurassic Park
    • Proyek Riset Indie yang terbaru adalah Angkot Day 
    Steven 16913061
     
  • Resume Seminar OSKM 2013

    Pak Gita Wirjawan

     Supaya Indonesia bisa maju, dibutuhkan seorang pemimpin yang bisa menyeimbangkan antara tuntutan zaman dan permintaan rakyat. Untuk melakukan itu, sosok pemimpin tersebut harus mempunyai visi yang jelas dan mampu menjelaskan visinya tersebut ke komunitas internasional. Contoh dari pemimpin bervisi jelas adalah Ir. Soekarno.
                    Umat Islam dunia berjumlah 23% dari penduduk dunia, tetapi negara muslim hanya menempati 9% dari perekonomian dunia. Oleh karena itu, untuk memajukan perekonomian Indonesia harus berprinsip pluralisme. Tetapi jangan lupa pula dengan kearifan lokal Indonesia. Dan juga bangsa kita harus bisa meng’gangnam’kan diri di bidang teknologi, demokrasi, budaya, dan ekonomi. Kita yakin Indonesia pasti bisa maju, karena Indonesia memiliki modal dasar seperti letak geografis dan SDA. Pada masa sekarang saja pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar itu 20 tahun lagi kue perekonomian akumulatif Indonesia bisa mencapai 60 triliun dari 1 triliun. Tapi hal ini akan sulit jika kue perekonomian kita besar tetapi tidak terisi oleh Indonesia. Makanya, kita seharusnya menggunakan produk lokal supaya kuenya terisi dengan merah putih.
                    Contoh dari negara Asia yang maju perekonomiannya adalah Korea Selatan. Kesuksesan mereka berawal dari ‘Reformasi Agraria’ yang kemudian dilanjutkan dengan diversifikasi. Yang dimaksud disini adalah para petani tadi setelah sukses menanam jagung, padi dan sebagainya lalu mereka membuat perangkat teknologi seperti hp dan mobil. Sebegitu suksenya Korea Selatan sehingga 20 tahun setelah kemerdekaan mereka bahkan dapat mengekspor budaya mereka pula seperti kpop.
                    Untuk memajukan perekonomian, bangsa Indonesia harus bisa mengsustain pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, atau tidak Indonesia tidak akan bisa keluar dari ‘Middle Income Trap’, yaitu negara kita memiliki SDA yang melimpah tetapi penguasaan teknologinya sedikit, sehingga tidak dapat mengolah kekayaannya sendiri dan membeli produk olahannya dengan harga yang bisa mencapai 20x lipat yang bahan mentahnya dari bangsa ini. Selain itu, realisasi investasi luar jawa harus diperbesar untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Kemudian, hal lain yang harus dilakukan adalah hilirisasi produksi. Karena pada sektor hilir kegiatan produksinya lebih banyak sehingga banyak menyerap tenaga kerja. Untuk melakukan hal – hal diatas, semua bermuara pada sektor pendidikan dan pendanaan. Penurunan suku bunga merupakan satu cara untuk meningkatkan perekonomian karena dengan suku bunga rendah UKM bisa mendapatkan modal lebih banyak untuk ekspansi usaha mereka.
                    Indonesia akan menjadi salah satu anggota dari ‘masyarakat ekonomi ASEAN’ yang berlaku pada tahun 2020. Yang jadi pertanyaan, apakah Indonesia siap menghadapinya? Karena dengan berlakunya ‘masyarakat ekonomi ASEAN’ maka akan terjadi perdagangan bebas antar negara ASEAN. Negara – negara lain seperti Thailand dan Vietnam  sudah bersiap. Dan seharusnya Indonesia memikirkan cara bersaing secara global.   

    Wanadri

                    Indonesia memiliki 17.000 pulau, luas negara 1.800.000 Km2, dan penduduk 250.000.000 jiwa. Sebenarnya luas Indonesia pada saat proklamasi yaitu 1.500.000, tetapi setelah Deklarasi Juanda 3x lebih luas karena ZEEnya diukur dari 92 negara terluar. Untuk bentang alam Indonesia sendiri sangat beragam, bahkan memiliki regional seperti yang dibatasi dengan garis Wallace dan Weber. Untuk garis pantainya sendiri no 2 terpanjang setelah Amerika. Sungai di Indonesia sendiri beragam, mulai dari sungai daerah Kalimantan yang sangat landai sampai sungai di Jawa dan Sumatra yang deras karena banyak gunung tinggi. Ada lagi di Indonesia yaitu pegunungan karst, medan khatulistiwa, dataran di Kalimantan. Di Indonesia terdapat banyak sekali gunung berapi mulai dari Sumatra sampai Papua kecuali Kalimantan.
                    Tetapi, Indonesia juga memiliki kendala-kendala. Contohnya yaitu interpretasi budaya. Selain itu, negara Indonesia juga rawan terkena bencana karena memiliki banyak gunung berapi, titik gempa,dll. Yang ketiga adalah karena Indonesia berbatasan dengan 10 negara maka Indonesia rawan terkena masalah perbatasan dengan negara lain.
                    Cara mencintai tanah air kita ada bermacam cara. Salah satunya dengan cara Wanadri dengan cara menelusuri daerah – daerah di tanah air yang jarang terjelajahi untuk mengenal dan mencintai Indonesia lebih dalam.
                    Saran – saran untuk  cinta tanah air yaitu sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan.

    Ibu Tri Mumpuni

    Manusia memiliki logika dan empati yang harus digunakan dalam berkomunikasi. Jika menggunakan logika tanpa empati, maka akan mengakibatkan membaca Indonesia untuk diri sendiri tanpa memperhatikan lingkungan ataupun negara. Padahal, jika menggunakan empati SDA bisa mengempower masyarakat. Tetapi perekonomian saat ini umumnya hanya memperhatikan angka & pertumbuhan tanpa memperhatikan lingkungan dan sosialnya. Oleh karena itu, untuk mengubah sistem ekonomi yang tidak manusiawi,harus ada perubahan paradigma investasi. Cara mengubahnya yaitu dengan pendidikan.

    Kak Saska

    Kak Saska memiliki komunitas “Riset Indie” yang bergerak di bidang sosial ekonomi. Proyek – proyeknya yaitu proyek polaroid, proyek alinea, dan proyek angkot day. Proyek alinea yaitu proyek pembuatan animatronik pertama di Indonesia. Sementara itu, proyek angkot day yaitu proyek dimana angkot trayek Dago – Kalapa akan digratiskan seharian dengan pelayanan yang memuaskan. Proyek angkot day berasal dari berbagai keluhan masyarakat mengenai angkot Kota Bandung.
                Alasan dari Kak Saska untuk membuat komunitas semacam ini untuk penyalur hobinya dan teman – teman, semacam unit di kampus. Hal yang menginspirasinya sehingga menjadi seperti sekarang yaitu karena beliau telah mengalami 2 kali kehilangan, yaitu kehilangan kakak tingkat yang dihormati dan ayahnya. Dan pengalaman selama kuliah di unit dan himpunan kampus serta dari luar kampus membuatnya tertarik untuk bergerak di bidang sosial ekonomi. Oleh karena itu, beliau menyarankan bagi para mahasiswa baru untuk mencari hard skill dan soft skill selama kuliah.

    Fania Feby Ramadhani
    16113093

    SITH - S
  • Resume Seminar OSKM 23 Agustus 2013

    Seminar I
    Seminar yang pertama disampaikan oleh Menteri Perdagangan RI, Bapak Gita Wirjawan. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia butuh pemimpin yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Pemimpin wajib memiliki tujuan yang positif. Seorang pemimpin harus mengerti tentang kearifan local. Jika pemuda mengerti dan melestarikan kearifan local, maka jati diri bangsa akan tetap ada.
    Beliau berpesan “Jadilah garuda yang kreatif, terampil, berteknologi, yang memiliki semangat kebangsaan dan menjunjung kearifan local di dalam dan luar kampus.”

    Seminar II
    Seminar yang kedua disampaikan oleh Menteri Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung), Indra Hidayat. Tim ekspedisi ini telah mencapai puncak di beberapa gunung tertinggi dunia. Intinya, Indonesia tidak hanya kaya akan SDA tetapi juga kaya akan budaya. Hanya saja masalah yang dihadapi adalah intervensi budaya dan bencana – bencana.

    Seminar III
    Seminar yang ketiga disampaikan oleh seorang pemberdaya listrik yang dianugrahi Ashden Award 2012, Ibu Tri Mumpuni. Seminar beliau berjudul “Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”
    Sifat dasar manusia terdiri atas logika dan perasaan serta akal sehat yang dapat menyeimbangkannya. Jika kita memiliki ketiga hal ini maka kita dapat menjadi pemimpin yang berintegritas yang dapat membangun bangsa.

    Seminar IV
    Seminar yang keempat disampaikan oleh Pendiri dan CEO Riset Indie, Kak Saska. Karena kemajuan teknologi, orang – orang lebih banyak menggunakan kamera digital daripada kamera analog. Melaksanakan projek yang berlangsung tanggal 21 September yaitu Angkot Day, yang berlandaskan permasalahan kemacetan di Bandung.

                                                                                                                                                                 Fetrian, FTSL

                                                                                                                                                                     16613407
  • Resume Seminar OSKM 2013

         Tepat pada tanggal 23 Agustus 2013, panitia OSKM 2013 kembali menggelar acara seminar yang menyuguhkan berbagai materi motivatif bagi kami, para maba ITB 2013. Adapun pemateri yang didatangkan adalah Bapak Gita Wirjawan, Kelompok WANADRI Indra Hidayat, Ilham Fauzi, dan Ihsan, Ibu Tri Mumpuni, dan terakhir Pak Saska. Keempat pemateri ini sangat piawai dalam membekali kami pada insan muda ganesha dengan presentasi yang memukau. Konteks yang padat dan komunikatif mereka, mampu membuat seisi sabuga bergelora, dan membakar semangat nasionalisme kami. Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan satu per satu.
        Bapak Gita Wirjawan merupakan pemateri pembuka yang manis pada acara kali ini. Beliau merupakan Menteri Perdagangan Republik Indonesia sekaligus sebagai Ketua PSBI yang tercetak telah meraih banyak penghargaan untuk Indonesia. Pada kesempatan ini, beliau memaparkan bahwa Perekonomian Indonesia sangat membutuhkan orang yang mengerti akan rakyatnya. Orang yang mencerminkan 3 unsur pemimpin, yaitu demokratis, pluralisme, dan berbudaya. Melihat kebelakang, Perekonomian Indonesia merupakan yang ke 15 jika disejajarkan dengan negara kelas dunia. Jika direlevansikan dengan dominasi penduduk Islam yang ada di negara kita, seharusnya, Indonesia bisa mengisi lebih dari 9 % perekonomian dunia. Dimana di era demokrasi ini, Sistem perekonomian dipegang selebihnya oleh masyarakat Tionghoa yang mapan. Fenomena ini bisa disebabkan dari hilangnya kecintaan produk merah putih dimana masyarakat kita lengah menerapkan prinsip "berbudaya dengan bangga berbangsa". Oleh karena itulah, "PR" insan muda ganesha sebagai calon generasi bangsa sangatlah banyak. Salah satunya proyek 2030 dimana Produktivitas kerja masyarakat kita harus ditingkatkan hingga 60% lebih per unit. Jika tidak, konsekuensinya adalah terhempasnya middle income trap ke negeri ini. Selain itu, indeks rasio gini sekarang harus diturunkan karena sebelumnya Indonesia naik 16 digit dari angka 31. Upaya lainnya ialah meningkatkan penanaman modal, serta Industrilisasi dan Hilirisasi, juga menjadikan Indonesia sebagai Resource Economy bukan hanya Knowledge Economy. Pada akhirnya, produk pendidikanlah yang berperan penting dalam memajukan Sistem Indonesia. Generasi bangsa haruslah dicetak bermutu agar bisa bersaing di kancah dunia ekonomi, juga membalikan pamor Indonesia dari "Nasionalist menjadi Internasionalist". Dan yang paling penting adalah jadilah garuda yang kreatif, terampil, melek teknologi, bersemangat kebangsaan, juga menjunjung tinggi kearifan lokal.
        Selanjutnya, seminar dibawakan oleh ketiga pemuda WANADRI. Inti dari materi yang disampaikan adalah perlunya kesadaran diri, lingkungan, dan tujuan para generasi bangsa akan Kekayaan Indonesia yang melimpah. Perlu diketahui bahwa Indonesia mempunyai cakupan wilayah yang sangat luas, bahkan saat ini merupakan 3 kali lipat dari luas saat masa proklamasi. Pembatasan garis weber - wallace Indonesia menjadikan kawasan kita "bioregional" yang kaya akan sumber hayati. Pesisir Indonesia pun mempunyai garis pantai terpanjangan kedua setelah Kanada. Selain itu, Indonesia ditaburi oleh sungai, datara, tapak kuno karst, ribuan pulau, serta gunung vulkanis dengan potensi biothermal yang luar biasa. Dengan melimpahnya surga alam ini, perwakilan pemuda WANADRI yang hadir, mengajak kita untung lebih melek sekitar dan memperhatikan kultur budaya yang beragam. Namun, adapula masalah yang menimpa negara kita antara lain Intervensi budaya Indonesia oleh budaya asing, Bencana alam, juga Indonesia yang rawan perbatasan. Maka, sudah seharusnyalah kita yang mengurus Indonesia sampai mencapai tingkat kemakmuran.
          Seminar ketiga pun dilanjutkan oleh Ibu Tri Mumpuni. Beliau merupakan sukarelawan yang peduli akan keberadaan penyediaan listrik di daerah-daerah terpencil seperti di Jawa Barat, Nusa Tenggara, Kalimantan dan banyak lagi. Beliau menyampaikan tentang Integritas dan Kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Pada dasarnya manusia membutuhkan 2 unsur penting, yaitu Pengetahuan (logika) dan Empati (perasaan). 2 Hal ini harus dapat disambungkan dengan baik (Akal sehat), sehingga tercipta manusia bertintegrasi tinggi yang mampup melihat permasalahan Indonesia secara jernih.  Terkait dengan kemampuan integritas, Sumber Daya Alam kita pun harus dikelola dengan baik. SDA akan termanfaatkan efektif apabila kita semua mempunyai paradigma pembangunan yang benar. Mindset ini nantinya akan dijadikan power bagi insan muda ganesha untuk bangun negeri. Selain itu, bergesernya paradigma ekonomi dari keselarasan investasi dan konsumsi menjadi alat hitung belaka, juga menyebabkan kita tak bisa memanfaatkan SDA. Solusinya adalah, menjadikan generasi kita sebagai Social Enterpreneur yang unik dan berintegirtas.
         Materi terakhir datang dari Alumni STEI  ITB kita, Pak Saska. Beliau banyak membagikan kisah inspiratif hidupnya, yang dirangkai dalam organisasi "Riset Indie" yang beliau dirikan sendiri. Riset Indie merupakan sarana penelitian di ranah Techno, Social, dan Media yang berbasis independen. Terjunnya beliau dalam dunia ini membuat kita sadar akan pentingnya kemampuan berorganisasi atau sofskill disamping kemampuan akademik kita. Kita harus mampu membangun jiwa good softskill yang utuh agar dapat bersaing di masa depan. Selain itu, beliau mengajarkan kita agar kita harus dapat memberikan kontribusi terbesar kita pada Indonesia kelak. Tapi, semua butuh proses dan bertahap dari sesuatu yang kecil ke yang lebih besar. Untuk itulah kita juga harus mempunyai sikap visioner agar menjadi Pahlawan Indonesia yang sesungguhnya.

    Oleh ; Fakhira Rifanti M. - SITH - R
  • Resume Seminar OSKM (Millatul K)


    SEMINAR OSKM
    Berkemahasiswaan Berdasarkan Kearifan Lokal
        I.        Materi 1 : Cinta Indonesia
    Pembicara: Gita Wirjawan (Mentri Perdagangan 2011-2014)
    Uraian Isi:
    ·         Indonesia menjadi urutan ke 15 dalam hal perekonomian.
    ·         Negara yang sukses harus mempunyai unsure demokrasi, pluralisme, dan kemerdekaan. Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang mengedepankan kearifan local.
    ·         Gangnam mempunyai 4 unsur, yaitu kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi.
    ·         Kita harus menjadi orang yang berbudaya dan bangga dengan bangsa Indonesia.
    ·         Untuk memajukan Indonesia tantangannya tidaklah sedikit.
    ·         Indonesia dalam hal meningkatkan produktifitas kerja masih sangat kurang. Indonesia mampu memproduksi barang, tetapi tidak bias berteknologi secara maksimal sehingga Indonesia tidak punya nilai tambah.
    ·         Industrialisasi dan hilirisasi tidak bias, tanpa kemampuan teknologi.
    ·         Tiga pilar tujuan didirikannya organisasi ekonomi asean adalah untuk base produksi, pasar kolektif, ekonomi yang kompettif, dan integrasi dengan ekonomi global.
    ·         Indonesia butuh pemimpin yang bias menjawab tantangan jaman. Bisa responsive terhadap permintaan rakyat. Keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Mengedepankan nasionalisme dalam kemajuan.
     II.        Materi 2: Cinta Tanah Air
    Pembicara: Wanadri (Indra Hidayat)
    Uraian isi:
    ·         Kekayaan alam Indonesia meliputi pulau-pulau, sungai, bioregional, pesisir, tapak purba, karst, gunung vulkanis, dataran, dll. Selain kekayaan alam, Indonesia juga kaya akan budaya.
    ·         Kendala/ masalah yang biasanya dihadapi Indonesia adalah bencana alam, intervensi budaya oleh luar negeri, dan masalah perbatasan.
    ·         Setiap orang harus sadar dir, sadar lingkungan, dan sadar tujuan.
    ·         Empat pokok WANADRI adalah:
    1.     Pendidikan
    2.    Penjelajahan dan pengembangan ilmu pengetahuan
    3.    Bakti masyarakat
    4.    Perlindungan alam.
    III.        Materi 3: Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteran bangsa
    Pembicara: Ibu Tri Mumpuni
    Uraian isi:
    ·         Dua hal penting yang harus kita miliki adalah:
    1.     Pengetahuan/ logika
    2.    Perasaan/ empati
    ·         Kedua aspek tersebut harus saling berhungan dan jangan saling terpisah.
    ·         Jika paradigm benar dan pro kearifan local maka masyarakat Indonesia akan makmur.
    ·         Lebih dari 60 juta anak Indonesia tidak bias merasakan pendidikan yang layak.
    ·         Ekonomi: keadaan setimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan.
    ·         Perumbuhan harus terikat pada nilai optimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat local dan daya dukung lingkungan setempat. Tetapi pada faktanya Indonesia belum bias seperti itu. Padahal kita mempunyai intelektual dan kekayaan alam yang cukup.
    ·         Setiap orang akan melakukan kegiatan yang disukainya dengan sebaik-baiknya. Manusia bukanlah mesin yang hanya memproduksi.
    ·         Definisi ekonomi yang manusiawi adalah keadaan kehidupan jutaan manusia yang melakukan kegiatan yang disukainya sabaik-baiknya.
    Cara untuk manusiawi adalah:
    1.     Pelurusan visi pembangunan
    2.    Perubahan paradigm investasi
    3.    Pembatasan pertumbuhan usaha
    ·         Sumberdaya local dan komunitas local butuh teknologi, keuangan, dan manajemen. Sayangnya komunitas local terlepas dari definisi tersebut sehingga hanya diambil Sumber daya lokalnya saja.
    ·         Bukan materi pendidikan formal saja yang perlu diajarkan, tetapi juga pendidikan lingkungan.
     IV.        Materi 4: Riset.Indie
    Pembicara: Seterhen Akbar (saska)
    Uraian isi:
    ·         Pembicara pernah berpangalaman dalam beberapa usaha, diantaranya:
    1.     Project Polaroid
    Menggunaka kamera Polaroid. Proses pengambilan, percetakan, dan pemasaran. Tetapi akhirnya bangkrut.
    2.    Animator unik
    Atau disebut dengan project alinea.
    Koncepnya yaitu pembuatan robot alien wanita.
    3.    Angkot day
    Tujuannya adalah untuk mengatasi kemacetan di Bandung.
    Yaitu program sehari naik angkot dengan aman, nyaman, tertib, dan gratis. Program ini akan ditestimoni pada tanggat 20 September 2013. Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan menarik masyarakat ubtuk lebih memilih naik angkot.
    ·         ITb adalah miniature Indonesia
    ·         Awalnya mahasiawa baru akan bereuforia karena bangga bias masuk ITB. Lama-lama mereka akan menjadi idealis, hingga akhirnya pragmatis atau bijaksana.
    ·         Jadilah orang yang aktiv dimana-mana dan banyaklah belajar.
    Oleh: Millatul Khasanah_FTSL 2013_16613227
  • Mengenai Saya

    Foto saya
    Netherlands
    Software Engineer based in The Netherlands | Indonesian | ITB | Writing as hobby
    Diberdayakan oleh Blogger.

    SERVICE

    BENEFIT

    CONTACT US

    OSKM ITB 2013

    • Jalan :Bukit Dago Utara 1 00
    • Kota :Bandung
    • Provinsi :Jawa Barat
    • Telepon :085725xxxxxx
    • Emailhalohalo@gmail.com

    Inquiry